Deret Angka

bertemu di depan gerbang ber-angka tiga
adakah kamu sadar itu awal dari sebuah kisah?
tertanda di dahi, namaku, juga namamu
juga tentang cerita masa lalu
saat aku dan kamu berkata,
“Aku ingin jadi nomor satu!”

detik, menit, jam, semua berlalu
berkutat di lapangan berdebu,
di ruang penuh bangku,
gudang buku,
dan taman bunga yang tak pernah layu,
itu bukanlah kenangan semu.

pekikanmu jadi penyemangat
teriakanmu jadi penyegar hati
coba rasakan denyut darahku, sahabat
lalu kamu akan tahu,

di masa depan,
akankah kamu memenuhi undanganku?
untuk sekadar bercerita di depan tungku
tentang pukulanku di perutmu,
tamparanmu di wajahku,
pinjaman bukuku,
pemberian hadiahmu,
senyumku,
tawamu,
cercaanku,
makianmu,
tatapanku,
pandanganmu,
celotehku,
gurauanmu,
amarahku,
kesabaranmu,
air mataku,
pundakmu,
kesedihanku,
hiburanmu,
jabatan tanganku di hari ulangtahunmu,
pelukanmu saat kepergianku,
dan tangisan kita berdua…

tiga tahun aku bersamamu,
tiga ribu tahun aku akan merindukanmu
dan deretan angka ini,
2
0
0
9
tak akan surut di dalam nadi,
terus mengalir sepanjang hari-hari…