BANDUNG, yoancosmos.wordpress.com – Penulis tunggal dari blog ‘hitam’ yoancosmos.wordpress.com, Mochamad Ramadhan Yoan akhirnya mulai mengikuti rangkaian kegiatan Program Magang Reporter Kantor Berita USDI ITB pada hari Sabtu, tanggal 25 Oktober 2010 di Gedung CCAR Lantai 3. Kegiatan pada hari itu dimulai dengan penjelasan tentang kantor berita ITB sekali lagi dan dilanjutkan dengan pelajaran pertama tentang jurnalistik oleh Bang Nofri, Matematika 2008. Dan proses pembelajaran itu pun dimulai hari itu.

Journalistic (Indonesia : jurnalistik) berasal dari kata Bahasa Perancis yang berarti catatan. Zaman dahulu kala, jurnalistik tidak berbentuk lembaran-lembaran kertas seperti sekarang, tetapi lebih berupa pengumuman dari kerajaan tentang apa yang sedang dilakukan di kerajaan itu dan ditempel di depan khalayak umum. Jurnalistik bisa didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan berupa mempersiapkan, mencari, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan suatu berita melalui media massa untuk dapat dibaca khalayak ramai secara cepat.

Nah, sebuah rangkaian kegiatan tersebut pasti mempunyai produk yang dihasilkan. Produk tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu News dan Views. News atau berita adalah produk fakta dari hasil kegiatan jurnalistik. News dapat berupa laporan suatu kejadian dan dapat ditulis atau digambarkan dalam media berita langsung (flash news), berita khas, foto berita, soft news, dan hard news. Kelima bentuk berita ini akan dijelaskan kemudian.
Views adalah opini. Bukan hanya opini yang dikeluarkan seorang penulis, melainkan juga dapat berupa kumpulan opini seorang narasumber yang diolah menjadi satu kesatuan artikel atau editorial. Menurut saya, views harus diolah sedemikian rupa supaya dapat memancing tanggapan dari pembaca, walaupun pembaca tersebut hanya mengungkapkan pendapatnya di dalam hati. Menggelitik naluri untuk mengkritik.
Agar sebuah produk jurnalisme mempunyai isi yang lengkap, maka berita harus mempunyai unsur-unsur berita. Yang pertama adalah what. Yang dapat ditanyakan untuk mengecek unsur ini adalah “Berita tentang apa sih ini?”
Unsur yang kedua adalah lokasi terjadinya kejadian dalam berita tersebut. Yang ketiga, tokoh-tokoh yang terlibat dalam kejadian tersebut. Unsur keempat dan kelima adalah waktu terjadinya peristiwa itu dan, “Kenapa sih peristiwa itu bisa terjadi?”
Semua pertanyaan tentang unsur-unsur itu bisa kita tutup dengan, “Kok bisa ya?” atau, “Bagaimana bisa terjadi semua ini?” Ya, tepat sekali! Kita bisa menyebut keenam unsur itu dengan julukan 5 W 1 H, What, where, when, who, why, and how.
Nah nah nah, sebenarnya, sebelum menyusun sebuah berita, kita harus mempertimbangkan apakah berita tersebut mempunyai nilai yang layak untuk menjadi sebuah berita yang menarik? Okey, berikut ini adalah aspek-aspek penentu apakah berita itu akan menarik minat pembaca atau tidak. Yang pertama adalah berita tersebut berbicara tentang orang ternama. Jika yang kita tulis adalah peristiwa yang menyangkut tentang orang ternama, maka minimal orang yang tahu tentang dia akan tertarik untuk membacanya. Selain itu, artikel tentang orang pertama dapat menarik hati pembaca yang ingin mencari inspirasi atau pengalaman.
Yang kedua adalah berita tentang inovasi. Penemuan atau penelitian seseorang sangat menarik untuk dibaca, setidaknya bagi orang yang mengerti tentang inovasi itu dan untuk yang hobi mengumpulkan inovasi-inovasi baru. Aspek ketiga adalah penting. Berita tersebut kalau bisa merupakan berita yang sangat urgen untuk dibaca dan menyangkut peristiwa yang sangat penting.
Konflik dan tragedi juga merupakan aspek yang menarik untuk dibaca. Kisah dibalik tragedi seseorang atau sesuatu dapat menyentuh hati pembacanya, dapat menjadikan marah, kesal, bahagia, atau bahkan kasihan. Aspek yang terakhir adalah kedekatan. Jika kita membuat berita tentang ITB misalnya, maka orang-orang yang dekat dengan ITB, seperti mahasiswa, dosen, dan warga kampus lainnya pasti akan tertarik.
Okey, sebelum menulis berita, satu hal lagi yang harus diketahui, yaitu bagian-bagian berita. Sebuah berita mempunyai sebuah judul yang wajib menarik, bagian lead yang memandu pembaca untuk membaca bagian selanjutnya (di bagian lead untuk flash news, keenam unsur berita diusahakan harus tercantum), badan berita yang berisi detail kejadian, dan kaki yang menutup alur berita.
Flash News
Flash news atau berita cepat adalah laporan tentang suatu peristiwa yang disampaikan ke masyarakat secara cepat dan langsung. Biasanya terdiri hanya dari 400-600 kata. Flash news ditandai dengan dateline atau baris tanggal. Format dari baris tanggal adalah KOTA, sumber – isi berita. Contohnya seperti di atas post ini.
Bahasa yang digunakan di berita langsung adalah bahasa yang lugas, sederhana, singkat, dan tidak bertele-tele. Pembahasannya langsung ke inti berita, straight to the point. Judul yang digunakan diusahakan harus satu baris, menarik, dan mengiklankan berita untuk dibaca.
Seperti sudah ditulis sebelumnya, bagian lead atau teras berita harus mencakup keenam unsur berita dan merupakan alinea pertama berita tersebut. Badan berita melengkapi dan men-detail-kan unsur berita dari bagian lead. Struktur penulisan berita seperti piramida terbalik, menuliskan yang penting di atas, dan semakin ke bawah parameter pentingnya berkurang. Agar tersusun rapi, badan berita harus memiliki alur. Untuk menambah daya tarik berita tersebut, ada baiknya menuliskan kutipan dari pernyataan seorang narasumber.
Di kaki berita, penulis bisa mengisinya dengan kesimpulan dan memancing rasa penasaran pembaca untuk memberikan umpan balik.
Tahapan Kegiatan
Dalam dunia jurnalistik, tahapan-tahapan kerja bisa dibagi menjadi planning (merencanakan), organizing (pembagian tugas peliputan), actuating (ngumpulin data, mengolah, menyebarkan berita), dan controlling (mengatur deadline, evaluasi kerja).
Hmm, cerita pelajaran ini akan terus berlanjut. Ikutin terus yaa..