Mari Bersinergi!

“Saya ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Kalimat di atas bukan dikatakan oleh seorang politikus terkenal, bukan juga oleh seorang aktivis partai politik. Kalimat itu diucapkan oleh seorang mahasiswa ITB yang mempunyai cita-cita luhur. Dialah Ikhsan Abdussyakur.

Nama Ikhsan Abdusyakur atau yang biasa dikenal dengan Syakur mungkin sudah tidak asing lagi bagi telinga massa kampus ITB. Bagaimana tidak, sosok periang dan bersemangat ini aktif dimana-mana, mulai dari Keluarga Mahasiswa ITB, Himpunan Mahasiswa Elektro atau HME, dan sekarang aktif sebagai Anggota MWA Wakil Mahasiswa ITB.

Syakur lahir pada tanggal 29 Juni 1988. Setelah lulus dari SMA 8 Jakarta di tahun 2006, dia melanjutkan kuliah ke Teknik Telekomunikasi ITB. Di kampus, selain aktif di dunia akademis, pemuda penggemar klub sepakbola AC Milan ini juga aktif di berbagai organisasi. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro.

“Saat menjadi Kahim, saya berusaha untuk terus menjalin hubungan baik dengan prodi dan rektorat. Ya, kita butuh untuk berkolaborasi dengan mereka dan mereka pun butuh kita. Dengan begitu, kita bisa menjadi lebih berkesempatan untuk melahirkan karya besar. Contohnya saja Palapa untuk himpunan saya,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi idealnya melahirkan seorang mahasiswa yang bukan hanya cerdas di bidang akademis, melainkan juga memiliki inovasi, keingintahuan terhadap permasalahan di masyarakat, dan punya semangat untuk mengabdi pada masyarakat dalam diri masing-masing. Intinya, lulusan ITB harus memiliki integritas dalam dirinya.

“Mahasiswa sekarang cenderung menghadapi pilihan yang dilematis, yaitu kuliah dan organisasi. Padahal, kedua hal itu bisa berjalan secara sinergis, saling melengkapi,” kata Syakur.

Sinergi

Syakur juga berpendapat bahwa kegiatan mahasiswa juga harus sinergis dengan pihak rektorat. “Kita masih bergerak sendiri-sendiri,” katanya. “Padahal, kalau kita bergerak bersama, hasilnya akan luar biasa.”

Sekarang, Syakur aktif di Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa. Syakur mempunyai visi untuk meningkatkan sinergi antara pihak rektorat dengan mahasiswa agar dapat bermanfaat bagi Indonesia. Di MWA, cakupan kegiatannya lebih luas sehingga kolaborasi untuk berkarya juga bisa lebih luas.

“Sebagai Anggota MWA Wakil Mahasiswa, kami punya kewenangan untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa ke rektorat, menyampaikan info dari rektorat ke mahasiswa, dan menunjukkan bahwa mahasiswa itu adalah subjek pendidikan, bukan objek pendidikan.”

Dia berharap suatu saat nanti terdapat integrasi pengembangan softskill dalam kegiatan akademik, misalnya saja ada mata kuliah kepemimpinan atau organisasi. Target yang ingin Syakur capai adalah berjalan baiknya komunikasi dan meningkatnya kepercayaan antara mahasiswa dan pihak kampus. Semoga target tersebut dapat tercapai, untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

SOI, Butuh Inovasi

BANDUNG, yoancosmos.wordpress.com – Tahun 1996, beberapa negara Asia mendirikan sebuah terobosan baru dalam bidang jaringan internet yang menggunakan teknologi satelit, yaitu Asian Internet Infrastructure Insisiative. Adanya jaringan internet dengan teknologi satelit tersebut, Keio University di Jepang menginisiasikan adanya sistem pendidikan jarak jauh atau distance learning. Berdirilah School on Internet (SOI) di tahun yang sama. Dengan SOI, perguruan-perguruan tinggi di Asia dapat saling berbagi ilmu dengan metode kuliah umum bersama melalui internet.

Program-program kuliah yang dilaksanakan SOI dilakukan melalui media internet. Pengajarannya dilakukan melalui semacam video conference yang bersifat dua arah, sehingga mahasiswa yang mendengarkan perkuliahan juga dapat bertanya kepada dosen atau pengajar. Biasanya, kuliah di SOI berbahasa Inggris.

Indonesia, khususnya ITB, bergabung dengan jaringan SOI di tahun 2003. Metode kuliah umum melalui video conference dengan berbagai perguruan tinggi di Asia memudahkan mahasiswa ITB untuk berinteraksi dengan mahasiswa luar negeri. Berbagai topik kuliah umum tentang teknologi menarik minat mahasiswa ITB. Selain itu, ada juga kuliah yang tidak berkaitan dengan teknologi, seperti bencana alam, perikanan, dan entrepreneurship. Kuliah umum seperti ini dapat meningkatkan wawasan mahasiswa.

Kuliah umum yang diadakan SOI ITB biasanya tiga bulan sekali. Untuk mengikuti kuliah SOI, mahasiswa harus mendaftar terlebih dahulu. SOI akan mempublikasikan perkuliahan yang akan diadakan. “Untuk topik-topik yang berkaitan dengan teknologi, mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti kuliah cukup banyak. Jika topik kuliahnya seperti perikanan atau bencana alam, mahasiswa yang mendaftar biasanya lebih sedikit,” kata Pak Basuki, Penanggung Jawab SOI ITB.

Selain mengadakan kuliah umum, SOI ITB juga mengadakan program bagi mahasiswa yang ingin magang di SOI ITB. Mahasiswa yang magang di SOI dapat belajar mengenai teknologi komunikasi internet seperti multicast yang masih jarang digunakan oleh masyarakat umum. Selain itu, para magangers juga bisa mendapat kesempatan untuk kuliah singkat ke Keio University, bersaing dengan mahasiswa di perguruan tinggi lain. “Tahun ini, seorang mahasiswa ITB berhasil mendapatkan beasiswa itu,” lanjut Pak Basuki.

Seiring dengan berjalannya waktu, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Universitas Sam Ratulangi Manado mendaftarkan diri menjadi bagian dari SOI. Tahun 2005, Universitas Syah Kuala Banda Aceh juga masuk sebagai anggota. Jaringan SOI yang semakin luas membuat topik perkuliahan juga semakin luas dan tidak terbatas pada topik teknologi.

Kendala

Kendala yang timbul adalah susahnya menemukan kecocokan jadwal antara berbagai perguruan tinggi di seluruh Asia. Selain itu, topik yang diangkat menjadi suatu kuliah umum terkadang tidak menarik bagi mahasiswa, seperti kuliah perikanan. Bagi mahasiswa ITB yang sehari-harinya berkecimpung di dunia teknologi, topik seperti itu mungkin tidak akan menarik perhatian.

“Saat ini, untuk mendapatkan informasi sangat mudah. Di situs-situs seperti Youtube, orang dapat dengan mudah menemukan berbagai video tutorial. Mungkin itulah yang menyebabkan pamor SOI di mata mahasiswa sebagai penyedia pendidikan murah lewat internet menjadi turun,” kata Pak Basuki.

Selain itu, untuk mengadakan kuliah lewat internet, dibutuhkan fasilitas penunjang yang memadai. Di Keio University atau universitas lain di luar negeri yang memiliki banyak dana, fasilitas seperti itu mungkin mudah untuk didapatkan. Namun, SOI ITB belum dapat menyediakan fasilitas canggih seperti itu sehingga kuliah lewat internet diadakan tidak terlalu canggih.

“Untuk mengembalikan citra SOI di mata mahasiswa, SOI membutuhkan inovasi. Tentu saja inovasi tersebut masih dalam lingkup pendidikan. Itulah yang saat ini sedang diupayakan oleh kami,” lanjut Pak Basuki.

Mari kita tunggu perkembangan inovasi apa yang akan diciptakan SOI untuk menunjang pendidikan di dunia, khususnya Indonesia.

Dan Pelajaran Jurnalistik Dimulai..

BANDUNG, yoancosmos.wordpress.com – Penulis tunggal dari blog ‘hitam’ yoancosmos.wordpress.com, Mochamad Ramadhan Yoan akhirnya mulai mengikuti rangkaian kegiatan Program Magang Reporter Kantor Berita USDI ITB pada hari Sabtu, tanggal 25 Oktober 2010 di Gedung CCAR Lantai 3. Kegiatan pada hari itu dimulai dengan penjelasan tentang kantor berita ITB sekali lagi dan dilanjutkan dengan pelajaran pertama tentang jurnalistik oleh Bang Nofri, Matematika 2008. Dan proses pembelajaran itu pun dimulai hari itu.

Journalistic (Indonesia : jurnalistik) berasal dari kata Bahasa Perancis yang berarti catatan. Zaman dahulu kala, jurnalistik tidak berbentuk lembaran-lembaran kertas seperti sekarang, tetapi lebih berupa pengumuman dari kerajaan tentang apa yang sedang dilakukan di kerajaan itu dan ditempel di depan khalayak umum. Jurnalistik bisa didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan berupa mempersiapkan, mencari, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan suatu berita melalui media massa untuk dapat dibaca khalayak ramai secara cepat.

Nah, sebuah rangkaian kegiatan tersebut pasti mempunyai produk yang dihasilkan. Produk tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu News dan Views. News atau berita adalah produk fakta dari hasil kegiatan jurnalistik. News dapat berupa laporan suatu kejadian dan dapat ditulis atau digambarkan dalam media berita langsung (flash news), berita khas, foto berita, soft news, dan hard news. Kelima bentuk berita ini akan dijelaskan kemudian.

Views adalah opini. Bukan hanya opini yang dikeluarkan seorang penulis, melainkan juga dapat berupa kumpulan opini seorang narasumber yang diolah menjadi satu kesatuan artikel atau editorial. Menurut saya, views harus diolah sedemikian rupa supaya dapat memancing tanggapan dari pembaca, walaupun pembaca tersebut hanya mengungkapkan pendapatnya di dalam hati. Menggelitik naluri untuk mengkritik.

Agar sebuah produk jurnalisme mempunyai isi yang lengkap, maka berita harus mempunyai unsur-unsur berita. Yang pertama adalah what. Yang dapat ditanyakan untuk mengecek unsur ini adalah “Berita tentang apa sih ini?”

Unsur yang kedua adalah lokasi terjadinya kejadian dalam berita tersebut. Yang ketiga, tokoh-tokoh yang terlibat dalam kejadian tersebut. Unsur keempat dan kelima adalah waktu terjadinya peristiwa itu dan, “Kenapa sih peristiwa itu bisa terjadi?”

Semua pertanyaan tentang unsur-unsur itu bisa kita tutup dengan, “Kok bisa ya?” atau, “Bagaimana bisa terjadi semua ini?” Ya, tepat sekali! Kita bisa menyebut keenam unsur itu dengan julukan 5 W 1 H, What, where, when, who, why, and how.

Nah nah nah, sebenarnya, sebelum menyusun sebuah berita, kita harus mempertimbangkan apakah berita tersebut mempunyai nilai yang layak untuk menjadi sebuah berita yang menarik? Okey, berikut ini adalah aspek-aspek penentu apakah berita itu akan menarik minat pembaca atau tidak. Yang pertama adalah berita tersebut berbicara tentang orang ternama. Jika yang kita tulis adalah peristiwa yang menyangkut tentang orang ternama, maka minimal orang yang tahu tentang dia akan tertarik untuk membacanya. Selain itu, artikel tentang orang pertama dapat menarik hati pembaca yang ingin mencari inspirasi atau pengalaman.

Yang kedua adalah berita tentang inovasi. Penemuan atau penelitian seseorang sangat menarik untuk dibaca, setidaknya bagi orang yang mengerti tentang inovasi itu dan untuk yang hobi mengumpulkan inovasi-inovasi baru. Aspek ketiga adalah penting. Berita tersebut kalau bisa merupakan berita yang sangat urgen untuk dibaca dan menyangkut peristiwa yang sangat penting.

Konflik dan tragedi juga merupakan aspek yang menarik untuk dibaca. Kisah dibalik tragedi seseorang atau sesuatu dapat menyentuh hati pembacanya, dapat menjadikan marah, kesal, bahagia, atau bahkan kasihan. Aspek yang terakhir adalah kedekatan. Jika kita membuat berita tentang ITB misalnya, maka orang-orang yang dekat dengan ITB, seperti mahasiswa, dosen, dan warga kampus lainnya pasti akan tertarik.

Okey, sebelum menulis berita, satu hal lagi yang harus diketahui, yaitu bagian-bagian berita. Sebuah berita mempunyai sebuah judul yang wajib menarik, bagian lead yang memandu pembaca untuk membaca bagian selanjutnya (di bagian lead untuk flash news, keenam unsur berita diusahakan harus tercantum), badan berita yang berisi detail kejadian, dan kaki yang menutup alur berita.

Flash News

Flash news atau berita cepat adalah laporan tentang suatu peristiwa yang disampaikan ke masyarakat secara cepat dan langsung. Biasanya terdiri hanya dari 400-600 kata. Flash news ditandai dengan dateline atau baris tanggal. Format dari baris tanggal adalah KOTA, sumber – isi berita. Contohnya seperti di atas post ini.

Bahasa yang digunakan di berita langsung adalah bahasa yang lugas, sederhana, singkat, dan tidak bertele-tele. Pembahasannya langsung ke inti berita, straight to the point. Judul yang digunakan diusahakan harus satu baris, menarik, dan mengiklankan berita untuk dibaca.

Seperti sudah ditulis sebelumnya, bagian lead atau teras berita harus mencakup keenam unsur berita dan merupakan alinea pertama berita tersebut. Badan berita melengkapi dan men-detail-kan unsur berita dari bagian lead. Struktur penulisan berita seperti piramida terbalik, menuliskan yang penting di atas, dan semakin ke bawah parameter pentingnya berkurang. Agar tersusun rapi, badan berita harus memiliki alur. Untuk menambah daya tarik berita tersebut, ada baiknya menuliskan kutipan dari pernyataan seorang narasumber.

Di kaki berita, penulis bisa mengisinya dengan kesimpulan dan memancing rasa penasaran pembaca untuk memberikan umpan balik.

Tahapan Kegiatan

Dalam dunia jurnalistik, tahapan-tahapan kerja bisa dibagi menjadi planning (merencanakan), organizing (pembagian tugas peliputan), actuating (ngumpulin data, mengolah, menyebarkan berita), dan controlling (mengatur deadline, evaluasi kerja).

Hmm, cerita pelajaran ini akan terus berlanjut. Ikutin terus yaa..