Mari Bersinergi!

“Saya ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Kalimat di atas bukan dikatakan oleh seorang politikus terkenal, bukan juga oleh seorang aktivis partai politik. Kalimat itu diucapkan oleh seorang mahasiswa ITB yang mempunyai cita-cita luhur. Dialah Ikhsan Abdussyakur.

Nama Ikhsan Abdusyakur atau yang biasa dikenal dengan Syakur mungkin sudah tidak asing lagi bagi telinga massa kampus ITB. Bagaimana tidak, sosok periang dan bersemangat ini aktif dimana-mana, mulai dari Keluarga Mahasiswa ITB, Himpunan Mahasiswa Elektro atau HME, dan sekarang aktif sebagai Anggota MWA Wakil Mahasiswa ITB.

Syakur lahir pada tanggal 29 Juni 1988. Setelah lulus dari SMA 8 Jakarta di tahun 2006, dia melanjutkan kuliah ke Teknik Telekomunikasi ITB. Di kampus, selain aktif di dunia akademis, pemuda penggemar klub sepakbola AC Milan ini juga aktif di berbagai organisasi. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro.

“Saat menjadi Kahim, saya berusaha untuk terus menjalin hubungan baik dengan prodi dan rektorat. Ya, kita butuh untuk berkolaborasi dengan mereka dan mereka pun butuh kita. Dengan begitu, kita bisa menjadi lebih berkesempatan untuk melahirkan karya besar. Contohnya saja Palapa untuk himpunan saya,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi idealnya melahirkan seorang mahasiswa yang bukan hanya cerdas di bidang akademis, melainkan juga memiliki inovasi, keingintahuan terhadap permasalahan di masyarakat, dan punya semangat untuk mengabdi pada masyarakat dalam diri masing-masing. Intinya, lulusan ITB harus memiliki integritas dalam dirinya.

“Mahasiswa sekarang cenderung menghadapi pilihan yang dilematis, yaitu kuliah dan organisasi. Padahal, kedua hal itu bisa berjalan secara sinergis, saling melengkapi,” kata Syakur.

Sinergi

Syakur juga berpendapat bahwa kegiatan mahasiswa juga harus sinergis dengan pihak rektorat. “Kita masih bergerak sendiri-sendiri,” katanya. “Padahal, kalau kita bergerak bersama, hasilnya akan luar biasa.”

Sekarang, Syakur aktif di Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa. Syakur mempunyai visi untuk meningkatkan sinergi antara pihak rektorat dengan mahasiswa agar dapat bermanfaat bagi Indonesia. Di MWA, cakupan kegiatannya lebih luas sehingga kolaborasi untuk berkarya juga bisa lebih luas.

“Sebagai Anggota MWA Wakil Mahasiswa, kami punya kewenangan untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa ke rektorat, menyampaikan info dari rektorat ke mahasiswa, dan menunjukkan bahwa mahasiswa itu adalah subjek pendidikan, bukan objek pendidikan.”

Dia berharap suatu saat nanti terdapat integrasi pengembangan softskill dalam kegiatan akademik, misalnya saja ada mata kuliah kepemimpinan atau organisasi. Target yang ingin Syakur capai adalah berjalan baiknya komunikasi dan meningkatnya kepercayaan antara mahasiswa dan pihak kampus. Semoga target tersebut dapat tercapai, untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Dan Pelajaran Jurnalistik Dimulai..

BANDUNG, yoancosmos.wordpress.com – Penulis tunggal dari blog ‘hitam’ yoancosmos.wordpress.com, Mochamad Ramadhan Yoan akhirnya mulai mengikuti rangkaian kegiatan Program Magang Reporter Kantor Berita USDI ITB pada hari Sabtu, tanggal 25 Oktober 2010 di Gedung CCAR Lantai 3. Kegiatan pada hari itu dimulai dengan penjelasan tentang kantor berita ITB sekali lagi dan dilanjutkan dengan pelajaran pertama tentang jurnalistik oleh Bang Nofri, Matematika 2008. Dan proses pembelajaran itu pun dimulai hari itu.

Journalistic (Indonesia : jurnalistik) berasal dari kata Bahasa Perancis yang berarti catatan. Zaman dahulu kala, jurnalistik tidak berbentuk lembaran-lembaran kertas seperti sekarang, tetapi lebih berupa pengumuman dari kerajaan tentang apa yang sedang dilakukan di kerajaan itu dan ditempel di depan khalayak umum. Jurnalistik bisa didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan berupa mempersiapkan, mencari, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan suatu berita melalui media massa untuk dapat dibaca khalayak ramai secara cepat.

Nah, sebuah rangkaian kegiatan tersebut pasti mempunyai produk yang dihasilkan. Produk tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu News dan Views. News atau berita adalah produk fakta dari hasil kegiatan jurnalistik. News dapat berupa laporan suatu kejadian dan dapat ditulis atau digambarkan dalam media berita langsung (flash news), berita khas, foto berita, soft news, dan hard news. Kelima bentuk berita ini akan dijelaskan kemudian.

Views adalah opini. Bukan hanya opini yang dikeluarkan seorang penulis, melainkan juga dapat berupa kumpulan opini seorang narasumber yang diolah menjadi satu kesatuan artikel atau editorial. Menurut saya, views harus diolah sedemikian rupa supaya dapat memancing tanggapan dari pembaca, walaupun pembaca tersebut hanya mengungkapkan pendapatnya di dalam hati. Menggelitik naluri untuk mengkritik.

Agar sebuah produk jurnalisme mempunyai isi yang lengkap, maka berita harus mempunyai unsur-unsur berita. Yang pertama adalah what. Yang dapat ditanyakan untuk mengecek unsur ini adalah “Berita tentang apa sih ini?”

Unsur yang kedua adalah lokasi terjadinya kejadian dalam berita tersebut. Yang ketiga, tokoh-tokoh yang terlibat dalam kejadian tersebut. Unsur keempat dan kelima adalah waktu terjadinya peristiwa itu dan, “Kenapa sih peristiwa itu bisa terjadi?”

Semua pertanyaan tentang unsur-unsur itu bisa kita tutup dengan, “Kok bisa ya?” atau, “Bagaimana bisa terjadi semua ini?” Ya, tepat sekali! Kita bisa menyebut keenam unsur itu dengan julukan 5 W 1 H, What, where, when, who, why, and how.

Nah nah nah, sebenarnya, sebelum menyusun sebuah berita, kita harus mempertimbangkan apakah berita tersebut mempunyai nilai yang layak untuk menjadi sebuah berita yang menarik? Okey, berikut ini adalah aspek-aspek penentu apakah berita itu akan menarik minat pembaca atau tidak. Yang pertama adalah berita tersebut berbicara tentang orang ternama. Jika yang kita tulis adalah peristiwa yang menyangkut tentang orang ternama, maka minimal orang yang tahu tentang dia akan tertarik untuk membacanya. Selain itu, artikel tentang orang pertama dapat menarik hati pembaca yang ingin mencari inspirasi atau pengalaman.

Yang kedua adalah berita tentang inovasi. Penemuan atau penelitian seseorang sangat menarik untuk dibaca, setidaknya bagi orang yang mengerti tentang inovasi itu dan untuk yang hobi mengumpulkan inovasi-inovasi baru. Aspek ketiga adalah penting. Berita tersebut kalau bisa merupakan berita yang sangat urgen untuk dibaca dan menyangkut peristiwa yang sangat penting.

Konflik dan tragedi juga merupakan aspek yang menarik untuk dibaca. Kisah dibalik tragedi seseorang atau sesuatu dapat menyentuh hati pembacanya, dapat menjadikan marah, kesal, bahagia, atau bahkan kasihan. Aspek yang terakhir adalah kedekatan. Jika kita membuat berita tentang ITB misalnya, maka orang-orang yang dekat dengan ITB, seperti mahasiswa, dosen, dan warga kampus lainnya pasti akan tertarik.

Okey, sebelum menulis berita, satu hal lagi yang harus diketahui, yaitu bagian-bagian berita. Sebuah berita mempunyai sebuah judul yang wajib menarik, bagian lead yang memandu pembaca untuk membaca bagian selanjutnya (di bagian lead untuk flash news, keenam unsur berita diusahakan harus tercantum), badan berita yang berisi detail kejadian, dan kaki yang menutup alur berita.

Flash News

Flash news atau berita cepat adalah laporan tentang suatu peristiwa yang disampaikan ke masyarakat secara cepat dan langsung. Biasanya terdiri hanya dari 400-600 kata. Flash news ditandai dengan dateline atau baris tanggal. Format dari baris tanggal adalah KOTA, sumber – isi berita. Contohnya seperti di atas post ini.

Bahasa yang digunakan di berita langsung adalah bahasa yang lugas, sederhana, singkat, dan tidak bertele-tele. Pembahasannya langsung ke inti berita, straight to the point. Judul yang digunakan diusahakan harus satu baris, menarik, dan mengiklankan berita untuk dibaca.

Seperti sudah ditulis sebelumnya, bagian lead atau teras berita harus mencakup keenam unsur berita dan merupakan alinea pertama berita tersebut. Badan berita melengkapi dan men-detail-kan unsur berita dari bagian lead. Struktur penulisan berita seperti piramida terbalik, menuliskan yang penting di atas, dan semakin ke bawah parameter pentingnya berkurang. Agar tersusun rapi, badan berita harus memiliki alur. Untuk menambah daya tarik berita tersebut, ada baiknya menuliskan kutipan dari pernyataan seorang narasumber.

Di kaki berita, penulis bisa mengisinya dengan kesimpulan dan memancing rasa penasaran pembaca untuk memberikan umpan balik.

Tahapan Kegiatan

Dalam dunia jurnalistik, tahapan-tahapan kerja bisa dibagi menjadi planning (merencanakan), organizing (pembagian tugas peliputan), actuating (ngumpulin data, mengolah, menyebarkan berita), dan controlling (mengatur deadline, evaluasi kerja).

Hmm, cerita pelajaran ini akan terus berlanjut. Ikutin terus yaa..

Master (?) of Ceremony

Pagelaran Lingkung Seni Sunda ITB sebentar lagi nih. Jangan lupa dateng ya, di ITB, Lapangan Basket tanggal 3 Juli 2010 mulai dari pukul 7 malam. Nah, di sana, temen2 akan disambut oleh tiga orang, satu orang perempuan, dan 2 orang laki. Ketiga orang itulah yang akan memandu jalannya acara pagelaran (padahal mah cuma 3-4 kali masuknya..:p). Yup, merekalah MC pagelaran LSS ITB.

Yang pertama, ada Muhammad Gilang Dwi Andika, cowok cuek yang rada an-sos (hhahaha..). Dia mahasiswa ITB jurusan Fisika. Dia se-smp sama sayah, dan sayah tidak menyangka kalau dia berubah sedemikian drastis. Padahal, waktu SMP mah orang ini teh kaleeeem banget, sekarang….-_-

gilang

Yang kedua, ada Paramartha Djuarsa. Cewek Teknik Sipil ini kayaknya mewarisi sifat kacrut dari koor MC pagelaran, yaitu Teh Dwi Pangestu. Anda akan sempat menyangka kalau dia itu cowok, soalnya, sisi anggunnya ga keliatan sama sekali. Kalo ngomong aing-maneh, susah diem (diem kalo udah pake kebaya), dan suka teriak-teriak. Pokoknya, Teh Dwi pisan lah.

mita

Tah, yang terakhir adalah…..tak lain dan tak bukan, si cowok ganteng yang punya blog ini. Mahasiswa Teknik Perminyakan bernama Mochamad RamadhanYoan Mardiana.

yoan

Wah, ternyata, jadi MC tuh susah juga yaa. Apalagi jadi MC sebuah acara besar seperti pagelaran LSS ini. Bahasa yang digunakan juga bahasa formal, bahasa Sunda (tentu saja), dan harus sangat sopan.

Pengalaman pertama saya jadi MC sangat kacau. Waktu itu, beberapa bulan lalu (april), saya sama si gilang jadi MC untuk acara syukuran wisudaan LSS ITB. Kita emang ga latihan, jadi kacaaaaaau banget. Kacau nya teh bener2 kacau (lebay sayah). Bahasa, kadang keluar bahasa sunda yang ga lemes. Gestur tubuh? Jangan ditanya…hancur. Intonasi? Hahaha, diksi ajah udah ancur, apalagi intonasi. Bahkan, seorang alumni LSS yang saya kenal (inisialnya Kang Acung), yang baru lulus S2 bilang supaya MC pagelaran jangan saya, walaupun dengan nada becanda. Bayangkan! Betapa malunya saya dan si gilang waktu itu. Hhaha, tapi ya sudahlaaaah..

foto waktu syukwis (hhaha, masa MC masukkin tangannya ke saku coba??)

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat jadi MC. Yang pertama adala pemilihan kata atau diksi. Saat kita berada di acara yang formal, maka tentu saja diksi nya harus formal juga. Gak mungkin kita menggunakan urang-maneh di acara formal. Yang kedua adalah intonasi. Naik turunnya nada saat berbicara juga harus diperhatikan. Bagaimana sebuah kata ditekan, diperhalus, atau dibuat bersemangat. Misalnya, saat salam pembuka, harus bersemangat dan menggebrak.

Yang ketiga adalah gestur tubuh. Ini juga penting nih. Untuk pagelaran contohnya. Badan harus tegak, kaki ga boleh melangkah kemana-mana. Kalau mau bergerak, yang diperbolehkan hanya tubuh bagian atas saja. Ekspresi juga harus pas. Saat kaget, maka harus terlihat kaget. Saat bertanya, maka harus kelihatan penasaran.

Kalau ga salah teh ada 5 teori dasar tentang MC teh, tapi saya lupa 2 lagi apa. Nanti saya coba tanyakan sama pelatih, Mr. Adibowo..

Akhirnya, setelah beberapa kali latihan, kami mulai memiliki progres. Meskipun masih banyak diksi yang kurang tepat, saya, mita, dan gilang terus berusaha untuk menjadi MC yang baik di pagelaran nanti. Teman-teman kesenian aja pada semangat, masa kami kalah?

Yah, yang pasti, ternyata jadi MC tuh ga gampang dan butuh latihan dan fokus. Tapi, akhirnya saya menikmatinya. Makanya, jangan lupa untuk menyaksikan aksi saya di pagelaran nanti yaa…hhaha..

MC !!!!!! MINORITAS TAPI EKSIS !!!

Rokok : Sekali Hisap, Banyak Penyakit Hinggap

Dalam rangka memeringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh tepat hari ini (bener ga sih), saya ingin mengajak teman-teman semua untuk merenungkan, betapa banyak penyakit yang akan hinggap di tubuh seorang perokok. Hmm, mau tau penyakit apa ajah? Ayo, kita bahas satu persatu..

1. Mata Katarak

Pada tau kan, mata katarak itu seperti apa? Menurut wikipedia, “Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya.”

Semakin banyak merokok, semakin besar kemungkinan mata terkena katarak. Hati-hati, kawan, katarak bisa menyebabkan kebutaan!

2. Kerusakan Pembuluh Darah

Perokok mengalami kerusakan lapisan sel pada dinding pembuluh darah. Lemak mudah bertimbun dan menyumbat aliran darah. Karbon monoksida terabsorpsi dalam darah, membuat transportasi oksigen dalam tubuh mengalami gangguan.

3. Gangguan pada Paru-paru

Pada rokok, terdapat senyawa lengket yang disebut tar. Senyawa ini berwarna hitam pekat dan mirip aspal. Tar sangat berperan besar dalam merusak paru-paru secara perlahan. Tar melumpuhkan silia-silia pada saluran pernafasan, padahal silia ini berperan sebagai penyaring udara yang kita hirup.

Kapasitas paru-paru menurun. Perokok mudah terserang bronkhitis, sesak nafas, asma, dan emphisema (pembengkakan paru-paru, gambarnya di atas tuh.) Perokok punya kemungkinan meninggal karena kanker paru-paru 20 kali lebih besar daripada bukan perokok.

4. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit menahun yang sangat gatal, ditandai oleh petak-petak kemerahan, kering, dan mengelupas berupa serpihan warna perak. Kata om Wiki lagi, “Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit yang penderita nya mengalami proses pergantian (kulit) yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang dalam jangka waktu lama atau kambuhan dalam waktu yang tidak menentu. Penyakit ini secara klinis bersifat tidak mengancam jiwa dan tidak MENULAR. Akan tetapi, penyakit ini dapat muncul pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu kekuatan mental penderita bila tidak dirawat dengan baik.”

5. Luka Lambung

Perokok akan lebih rentan terkena luka lambung. Penderita akan merasakan nyeri pada bagian perutnya. Hmm, rasanya seperti maag, tapi ini lebih berbahaya lagi. Merokok mengganggu kerja lapisan pelindung lambung, membuatnya rentan terhadap gastritis dan borok. Merokok juga meningkatkan asam lambung, sehingga menunda penyembuhan lambung dan merupakan penyebab utama kanker lambung.

6. Gangguan Otak!

Dalam daun tembakau, terdapat nikotin, sebuah senyawa yang yang memengaruhi sistem syaraf pusat. Ia merupakan racun bagi syaraf. Nikotin menyebabkan kecanduan. Sejak rokok dihisap, nikotin hanya memerlukan waktu 8-10 detik untuk sampai di otak. Nikotin merangsang syaraf pusat, meningkatkan denyut jantung, dan tekanan darah. Menurut para ahli, nikotin adalah obat berbahaya yang sama halnya dengan obat-obatan terlarang lainnya.

7. Kulit Keriput

Bagi wanita yang ingin terlihat selalu awet muda, jangan sekali-kali menyentuh rokok! Merokok menyebabkan aliran darah ke kulit menjadi berkurang, membuat kulit cepat keriput dan tampak kering.

8. Gangguan Mulut

Pernah bicara dengan seorang perokok dalam jarak dekat? Bau ya? Hhihi, yup! Rokok menyebabkan gigi jadi kuning bernoda, nafas jadi sangat bau, indra perasa di lidah jadi terganggu. Besar kemungkinan, seorang perokok terkena kanker mulut, lidah, dan bibir.

Pada perokok berat, merokok menyebabkan rangsangan pada papilafiliformis (tonjolan/juntai pada lidah bagian atas) sehingga menjadi lebih panjang (hipertropi). Disini hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan mudah dideposit, sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris dari alat perasa (tastebuds).

Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivitis atau gusi berdarah. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit.

9. Gangguan Tenggorokan

Saat asap rokok memasukki tenggorokan, senyawa kimia yang menyebabkan kanker yang terdapat di asap terkumpul pada selaput lendir.  Besar kemungkinan seorang perokok terserang kanker tenggorokan.

10. Penyakit Jantung!

Merokok adalah penyebab utama serangan jantung. Sejak isapan pertama, jantung akan berdenyut lebih keras. Pembuluh darah menciut, tekanan darah naik, dan jantung harus bekerja lebih keras. Perokok akan terkena serangan jantung dan stroke dengan kemungkinan yang sangat besar!

Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).

Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.

11. Penyakit Jari dan Kuku

Kandungan tar pada tembakau membuat jari-jari perokok menguning dan membuat kuku-kuku menjadi hitam

Hwow! Masih banyak loh kerugian yang dialami seorang perokok. Dalam rokok, terdapat banyak sekali zat-zat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Sekali hisap, zat-zat itu menyerang tubuh tanpa kenal ampun. Bahaya banget deh pokoknya.

Sumber-sumber :

-Majalah Orbit No. 10 Thn. V – Oktober 2003

-www.wikipedia.com

-guswanto.blogsome.com/…/labor%20rokok.JPG

-http://www.tanyapepsodent.com/pengaruh-rokok-terhadap-kesehatan-gigi-dan-mulut-0

dll

Indonesische Onderwijs (Pendidikan Indonesia)

Salah satu tujuan dari pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia adalah “memanusiakan manusia”. Menjadi manusia seutuhnya, yang tidak hanya peduli terhadap kenyangnya perut sendiri, melainkan juga yang respect terhadap orang di sekelilingnya, mempunyai jiwa empati, mempunyai rasa kekhawatiran juga akan hidup orang lain, dan memiliki integritas yang tinggi dalam bertindak. Tidak hanya membuang muka saat ditanya, tapi mendekati, berani mejawab meski dalam hati. Bersinergi dengan alam, tidak merusaknya dengan kejam. Mengerti bahwa tidak akan ada kehidupan saat alam sudah murka, mengeluarkan semua isinya. Memahami bahwa yang ada di bumi semuanya terhubung dalam satu sistem yang tertata rapi, yang akan sulit kembali seimbang saat ada yang membenci. Ya, pendidikan memang seharusnya memanusiakan manusia. Manusia yang tidak menjadi robot, melahap semua ilmu tanpa mampu mengaplikasikan untuk secercah kesejahteraan. Sudahkah, Indonesia?

Secara teori, setiap institusi pendidikan mengamalkan prinsip itu, Tertulis jelas dalam poster di ruang tamu sekolah bahwa visinya adalah untuk membentuk manusia yang bukan hanya berilmu, tapi jelas berakhlakul karimah, bertindak sesuai dengan rasa kemanusiaan dalam setiap aktivitas. Akan tetapi, dalam prakteknya, ilmu dan akhlak terpuji seolah berjalan di dua gang yang berbeda. Seperti sekuler. Berjalan sendiri, tanpa kenal satu sama lain. Akhlak yang baik hanya tercantum di buku-buku agama, juga kewarganegaraan, tanpa kemasan yang menarik sehingga siswa, untuk menyentuhnya pun merasa enggan. Etika mungkin hanya diajarkan beberapa jam saja dalam satu semester, atau mungkin satu tahun. Kejujuran hanya ada di dalam salah satu bab Kewarganegaraan, itu pun hanya di SD, karena di SMP dan SMA, Kewarganegaraan sudah masuk ke bab yang pure tentang negara. Begitu juga dengan rasa empati, rendah hati, mawas diri, dan sebagainya. Sekolah-sekolah lebih lanjut sepertinya tidak menganggap bahwa itu adalah hal-hal yang penting, menganggap bahwa siswanya sudah dewasa, tahu yang mana hitam, yang mana putih.

Mari kembali pada tujuan pendidikan di atas. Memanusiakan manusia. Sungguh tujuan yang mulia jika kita dapat mengerti maksudnya. Perlu kita garis bawahi kata pendidikan. Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Ya, itulah arti pendidikan secara umum. Ternyata, ilmu tidak bisa dipisahkan dengan ke-spiritual-an.

Tidak sulit untuk mengombinasikan keduanya. Mendidik juga berarti memaksukkan nilai-nilai kehidupan, tidak hanya menyuruh siswa untuk menghirup ilmu-ilmu eksak. Apa gunanya ilmu di tangan orang yang akan menghancurkan dunia? Apa gunanya ilmu di tangan orang yang salah?

Banyak sekali sunnah Rasulullah yang sebenarnya bukan berasal dari perkataan beliau, tapi dari perbuatannya. Seorang teladan akan lebih banyak memberikan contoh daripada berkata tanpa ada isi.Talk less do more. Tidak akan meresap ke dalam hati siswa saat guru banyak berceloteh tentang pembangunan karakter tapi tidak didukung oleh karakter yang baik dari gurunya. Jangan sampai hanya menjadi sekedar motto, kemasan di luar. Atau, saat seorang guru berkata tentang pentingnya kejujuran, tapi saat ulangan, kelas ditinggalkan tanpa pengawasan, padahal sang guru hanya ingin bersantai. Pendidikan butuh waktu, tidak instan. Pendidikan diharapkan memberi bekas jangka panjang, seperti sebuah unsur radioaktif yang meluruh. Bukan masuk ke telinga kanan, lalu keluar secepatnya di telinga kiri. Pendidikan dapat dimulai dari proses melihat sesuatu, berpikir apakah itu pantas dan benar untuk ditiru, lalu berusaha mencari cara untuk menirunya, improvisasi, lalu terciptalah sebuah tindakan yang benar. Proses.

Kemana integritas yang seharusnya menjadi salah satu sifat KEMANUSIAAN yang alami saat ujian nasional berlangsung? Itu hanya satu contoh nyata. Seluruh pihak di sekolah sibuk, ingin siswa-siswanya lulus dengan nilai ajaib, menggembirakan, dan membanggakan dibanding sekolah lainnya. Jalan yang benar-benar singkat pun ditempuh. Jika ada kesempatan mencari kunci jawaban sebelum soal dibagikan, maka itu dianggap sebuah anugerah. Sekolah-sekolah ingin memperlihatkan kepada publik bahwa sekolahnya berstandar baik, walau dengan cara busuk. Akan tetapi, itu hanya sebagian, tidak semua sekolah seperti itu.

Dan sekarang, saat semua sistem pendidikan belum seluruhnya terpenuhi, maksud saya, pendidikan yang memanusiakan manusia, judul-judul SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL muncul seperti cendawan di musim hujan di sekolah-sekolah. Semuanya seolah berlomba memproklamasikan dirinya ke hadapan publik bahwa sekolahnya adalah sekolah yang sudah mampu bersaing dengan dunia luar. Berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar pun dimasukkan ke dalam anggaran belanja sekolah, mulai dari infocus, komputer, meja-meja yang bagus, dll. Dan semua itu, tidak membutuhkan biaya yang sedikit, membuat biaya masuk dan sekolah di sana sangat tidak murah. Biaya bulanan yang harus dikeluarkan oleh orang tua bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan. Lalu, dimana orang miskin bisa sekolah?

Oh, bukannya pemerintah sudah membuat sebuah program hebat, wajib belajar 9 tahun? Program itu membuat sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama gratis. Hmm, coba ditilik lebih lanjut. Ke-gratis-an program itu hanya untuk sekolah tak ber-SBI. Jika seperti itu, coba bayangkan jika semua sekolah berlomba-lomba mendapatkan titel SBI, dimana mereka sekolah? Kenapa dengan SBI? Pemerintah menggratiskan sekolah, maka tidak ada lagi kucuran dana dari orang tua yang bisa sekolah minta, karena itulah banyak sekolah yang mencari cara lain, SBI-lah salah satunya.

Zaman kolonial pun, orang miskin sulit untuk sekolah, lalu apa bedanya dengan sekarang? Seperti deja vu, kita kembali ke zaman dulu. Memang ada yang mengatakan bahwa sejarah itu adakalanya berulang, berputar seperti lingkaran di poros yang sama. Zaman dulu, sekolah untuk orang-orang Belanda dan pribumi yang ningrat. Sekarang, pendidikan berkualitas juga untuk orang-orang berduit. Sejarah berulang bukan?

Banyak civitas academica yang menggunakan label itu, padahal kualitas tidak terjaga. Ya, seolah-olah hanya mengikuti pasar penjualan. Ingin menggunakan bahasa asing saat pembelajaran, padahal gurunya sendiri terbata-bata dalam berbahasa inggris. Menambah fasilitas, tetapi fasilitas yang lama terabaikan, dari mulai kelas bocor, bangku yang tidak layak lagi, dan masalah lainnya. Padahal, ada sebuah fakta unik di negeri ini. Tahun ini, yang menjadi JUARA SATU saat Ujian Nasional untuk SD, SMP, dan SMA adalah siswa dari sekolah yang BUKAN berlabel hebat itu. Dia berasal dari sekolah biasa-biasa saja. Dan yang paling penting, sepertinya banyak sekolah yang menganggap bahwa kegiatan ekskul itu tidak terlalu penting lagi.

Ya, study oriented sekali. Birokrasi seperti dipersulit jika siswa ingin mengadakan suatu acara. Kegiatan ekskul dibatasi, begitu juga dananya. Hanya untuk meminjam bangku dari dalam kelas saja, susahnya bukan main, mesti ada surat jauh-jauh hari. Bahkan, ada sekolah yang untuk beberapa waktu di awal tahun pelajaran tidak memperbolehkan adanya kegiatan ekskul. Dan hasilnya mungkin tidak diketahui oleh sekolah. Karena tidak ada penyalur kegiatan, siswa-siswa baru akhirnya hanya nongkrong-nongkrong sepulang sekolah, sambil mencoba beberapa batang obat yang katanya pengobat stres.

Kreatif? TIDAK sama sekali. Pemikiran-pemikiran fresh dari murid baru di-stop. Pengalaman untuk organisasi? Ada, tapi agak terlambat. Sosialitas? Berkurang drastis. Persaudaraan? Apalagi.

Beberapa teman saya mengatakan bahwa, semakin lama, aktivitas siswa sepulang sekolah sudah jarang ditemukan. Kecenderungan siswa adalah belajar di sekolah, lalu les, atau langsung pulang. Organisasi dan pendidikan sosial di masyarakat semakin terlupakan. Padahal, banyak sekali nilai yang didapatkan di kedua aktivitas itu, yang, SAYA YAKIN akan ada manfaatnya di kemudian hari.

Pendidikan Indonesia, memanusiakan manusia. Akankah manusia kita hilang suatu saat nanti, saat setengah dari metode pembelajaran itu menguap entah kemana?

Entah, saya tidak tahu.

Games

Terinspirasi dari temen (^_^) yang nanyain tentang games apa yang bisa ningkatin kerja sama kelompok, saya googling dan menemukan beberapa games berikut ini, hasil co-pas dari sumber di bawah..

1. Boom 7

Peserta diharuskan berhitung jika ketemu angka dan kelipatan 7 harus menyebutkan boom.

Contoh : 1,2,3,4,5,6,boom,8,9,10,11,12,13,boom,15,16,boom, dan seterusnya…

Jika peserta yang melanggar akan diberi sanksi yakni dikerjain.

Tujuan : untuk melatih konsentrasi dan daya ingat para peserta.

2. Puzzle

Peserta / kelompok diharuskan memasang gambar yang susunannya diacak. Intinya sih sama seperti main puzzle biasa, Tapi ini dibutuhkan kecepatan dan ketelitian dalam memasangnya. (soalnya di puzzle itu ada keywordnya dan diberi waktu hanya 1 menit).

Alat yang digunakan : puzzle dan kertas.

Tujuan : untuk melatih daya pikir, ketelitian dan kecepatan tangan.

3. Komunikata

Salah satu peserta dari kelompok memilih kalimat, lalu kalimat tersebut diaplikasikan ke kelompoknya. Caranya kalimat tersebut harus dibisikan berurutan ke teman kelompoknya dengan cara berbanjar / baris memanjang. Peserta yang paling ujung harus memberikan hasil kalimat yang telah dibisikan ke panitia.

Tujuan : untuk melatih daya pendengaran, daya pengucapan, dan daya ingat.

4. Pipa Korupsi

Setiap kelompok diharuskan mengisi air ke dalam pipa yang sisi pipanya sudah diberikan lubang kecil. Kelompok yang dapat mengisi air lebih banyak ke dalam pipa dalam waktu 10 menit maka ia adalah pemenangnya.

Tujuan : untuk melatih tingkat kerjasama tim, kekompakan, kekreatifan dan daya nalar peserta.

5. Langkah Misteri

Awalnya setiap peserta dalam kelompok harus menghadap membelakangi kotak angka 1-20, lalu peserta bergiliran jalan menebak beberapa kotak angka dari 1-20. Agar mereka dapat berjalan hingga ke angka 20, setiap peserta harus menebak kotak tersebut ada yang bisa dilalui dan tidak dapat dilalui. Jika peserta melewati kotak yang tidak dapat dilalui maka ia harus mengulang lagi dan mengantri ke urutan terakhir.

Alat yang digunakan : Karton / Koran yang di beri nomor 1-20 dan kertas.

Tujuan : untuk melatih daya ingat, kerjasama tim, dan daya nalar.

6. Lingkaran Setan

Semua peserta dalam kelompok harus menyentuh bola plastik yang ada di tengah lingkaran dengan dengan syarat tidak diperbolehkan anggota tubuh menyentuh garis lingkaran dan setelah panitia berkata “mulai” maka anggota kelompok mulai melepaskan tangannya dari menyentuh bola sesuai urutan giliran dalam lingkaran tersebut. Bagi yang terakhir harus mengambil bolanya keluar lingkaran tersebut.

Tujuan : untuk melatih kekompakan, daya nalar, dan kerjasama tim.

7. Jejak Maut

Dalam satu tim diharuskan menunjuk satu orang yang menjadi leader dan anggota sisanya harus siap untuk ditutup matanya satu persatu. Setiap anggota kelompok bergantian harus jalan melewati rintangan yang berupa gelas aqua, kardus, dan sandal dengan mata ditutup kain / slayer dan orang yang menjadi leader harus memberikan instruksi kepada anggota kelompok yang matanya tertutup hingga ia dapat mencapai garis finish. Tetapi saat leader dari satu kelompok memberikan instruksi, panitia dan musuh dari kelompoknya dibolehkan memberikan instruksi juga sehingga konsentrasi dari peserta yang ditutup matanya menjadi buyar.

Syarat : kelompok yang sedang bermain harus ditutup matanya, kecuali orang yang menjadi leader.

Tujuan :

untuk melatih rasa kepercayaan kepada teman kita

untuk melatih diri agar siap untuk dipimpin

untuk melatih seseorang dalam jiwa kepemimpinan

untuk melatih seberapa dekat mengenal suara teman kita dalam satu kelompok

8. Trust your Friend

Permainan ini hampir sama dengan permainan di atas, yakni Seluruh mata anggota kelompok ditutup kain / slayer kecuali satu orang yang menjadi leader. Panitia akan mengacak peserta yang ditutup matanya hingga berpencar satu sama lain. Seorang leader bertugas memberikan instruksi kepada anggota kelompok yang ditutup matanya dan diharuskan membuat lingkaran kecil didepannya dan saling berpegangan. Ketika leader memberikan instruksi, panitia berusaha membuyarkan daya pikir mereka dengan cara panitia memberikan instruksi juga dan mengatur gerakan mereka.

Tujuan :

Untuk melatih rasa kepercayaan kepada teman kita

Untuk melatih jiwa kepemimpinan terhadap seorang

Untuk melatih tingkat kekompakan dan kerjasama tim

9. SpiderWeb

Setiap anggota kelompok harus melewati jarring-jaring yang telah dibuat panitia dengan tidak menyentuh tali yang dibuat panitia dan setiap jaring-jaring yang sudah dimasuki oleh anggotanya tidak boleh lagi dimasuki oleh anggota kelompok yang lainnya.

Tujuan : untuk melatih kekompakan, kebersamaan dan solidaritas.

10. Kotak Berganda

Seluruh anggota harus dapat masuk dalam kotak yang ukurannya mulai besar hingga kecil. Dan seluruh anggota dilarang keluar kotak / garis yang ditentukan oleh panitia. Peserta harus bertahan di kotak terakhir / kotak terkecil selama 30 detik.

Tujuan : untuk melatih rasa solidaritas, kekompakan dan kebersamaan

11. Kertas Panas

Setiap peserta kelompok diharuskan melipat sebuah kertas menjadi 10 sisi (tergantung jumlah anggota kelompok) di sisi pertama dituliskan nama anda masing-masing. Setiap peserta diharuskan mengisi setiap sisi tentang pandangan mereka terhadap peserta yang bersangkutan dalam waktu 10 detik / peserta kelompok dengan cara kertas diputar secara bergilir.

Alat yang digunakan : kertas dan pulpen / pensil.

Tujuan : untuk mengetahui pandangan rekan sekelompok terhadap diri peserta.

12. Botol Metal

Satu kelompok akan diberikan 5 bola kertas yang harus dilemparkan ke botol yang telah disediakan panitia. Peserta dalam melemparkan bola kertas akan diberikan jarak 10 meter.

Alat yang digunakan : botol beling dan bola kertas / bola koran.

Tujuan : untuk melatih tingkat ketepatan peserta dalam menganalisa suatu masalah

13. Konsentrasi Style

Setiap peserta harus menghapalkan semua nama gerakan yang diberikan panitia, jika panitia menyebutkan kata yang diinginkan maka peserta harus menunjukan salah satu gerakan yang tak disebutkan. (intinya hampir sama permainan pundak lutut kaki).

Tujuan : untuk melatih konsentrasi

blognya Kang Subhan Apriyatna

Surat dari Bilal

Saya ingin berbagi sebuah artikel yang menarik nih. Artikel ini saya baca pas saya masih duduk di kelas 3 SMA. Waktu itu saya diminta teman untuk memilih beberapa artikel untuk dimasukkan ke dalam buletin kelas. Dia memberikan banyak sekali artikel dalam bentuk soft copy. Saya pun membaca artikel-artikel itu, hingga suatu saat saya menemukan artikel yang membuat air mata saya mengalir. Sumbernya saya kurang tahu, tapi di filenya tertulis eramuslim. Hmm, mungkin memang dari eramuslim.com.

Okey, ini dia artikelnya, judul aslinya Aku Memanggil Kalian

Bismillah, Assalamu’alaikum….

Perkenalkan!
Namaku Bilal. Ayahku bernama Rabah, seorang budak dari Abesinia, oleh karena itu nama panjangku Bilal Bin Rabah. Aku tidak tahu mengapakah Ayah dan Ibuku sampai di sini, Makkah. Sebuah tempat yang hanya memiliki benderang matahari, hamparan sahara dan sedikit pepohonan. Aku seorang budak yang menjadi milik tuannya. Umayyah, biasa tuan saya itu dipanggil. Seorang bangsawan Quraisy, yang hanya peduli pada harta dan kefanaan. Setiap jeda, aku harus bersiap kapan saja dilontarkan perintah. Jika tidak, ada cambuk yang menanti akan mendera bagian tubuh manapun yang disukainya.

Setiap waktu adalah sama, semua hari juga serupa tak ada bedanya, yakni melayani majikan dengan sempurna. Hingga suatu hari aku mendengar seseorang menyebutkan nama Muhammad. Tadinya aku tak peduli, namun kabar yang ku dengar membuatku selalu memasang telinga baik-baik. Muhammad, mengajarkan agama baru yaitu menyembah Tuhan yang maha tunggal. Tidak ada tuhan yang lain. Aku tertarik dan akhirnya, aku bersyahadat diam-diam.

Namun, pada suatu hari majikanku mengetahuinya. Aku sudah tahu kelanjutannya. Mereka memancangku di atas pasir sahara yang membara. Matahari begitu terik, seakan belum cukup, sebuah batu besar menindih dada ini. Mereka mengira aku akan segera menyerah. Haus seketika berkunjung, ingin sekali minum. Aku memintanya pada salah seorang dari mereka, dan mereka membalasnya dengan lecutan cemeti berkali-kali. Setiap mereka memintaku mengingkari Muhammad, aku hanya berucap “Ahad… ahad”. Batu diatas dada mengurangi kemampuanku berbicara sempurna. Hingga suatu saat, seseorang menolongku, Abu Bakar menebusku dengan uang sebesar yang Umayyah minta. Aku pingsan, tak lagi tahu apa yang terjadi.

Segera setelah sadar, aku dipapah Abu Bakar menuju sebuah tempat tinggal Nabi Muhammad. Kakiku sakit tak terperi, badanku hampir tak bisa tegak. Ingin sekali rubuh, namun Abu Bakar terus membimbingku dengan sayang. Tentu saja aku tak ingin mengecewakannya. Aku harus terus melangkah menjumpai seseorang yang kemudian ku cinta sampai nafas terakhir terhembus dari raga. Aku tiba di depan rumahnya. Ada dua sosok disana. Yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib sepupunya yang masih sangat muda dan yang di sampingnya adalah dia, Muhammad.

Muhammad, aku memandangnya lekat, tak ingin mata ini berpaling. Ku terpesona, jatuh cinta, dan merasakan nafas yang tertahan dipangkal tenggorokan. Wajahnya melebihi rembulan yang menggantung di angkasa pada malam-malam yang sering ku pandangi saat istirahat menjelang. Matanya jelita menatapku hangat. Badannya tidak terlalu tinggi tidak juga terlau pendek. Dia adalah seorang yang jika menoleh maka seluruh badannya juga. Dia menyenyumiku, dan aku semakin mematung, rasakan sebuah aliran sejuk sambangi semua pori-pori yang baru saja dijilati cemeti.

Dia bangkit, dan menyongsongku dengan kegembiraan yang nampak sempurna. Bahkan hampir tidak ku percaya, ada genangan air mata di pelupuk pandangannya. Ali, saat itu bertanya “Apakah orang ini menjahati engkau, hingga engkau menangis”. “Tidak, orang ini bukan penjahat, dia adalah seorang yang telah membuat langit bersuka cita”, demikian Muhammad menjawab. Dengan kedua tangannya, aku direngkuhnya, di peluk dan di dekapnya, lama. Aku tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti saat itu aku merasa terbang melayang ringan menjauhi bumi. Belum pernah aku diperlakukan demikian istimewa.

Selanjutnya aku dijamu begitu ramah oleh semua penghuni rumah. Ku duduk di sebelah Muhammad, dan karena demikian dekat, ku mampu menghirup wewangi yang harumnya melebihi aroma kesturi dari tegap raganya. Dan ketika tangan Nabi menyentuh tangan ini begitu mesra, aku merasakan semua derita yang mendera sebelum ini seketika terkubur di kedalaman sahara. Sejak saat itu, aku menjadi sahabat Muhammad.

Kau tidak akan pernah tahu, betapa aku sangat beruntung menjadi salah seorang sahabatnya. Itu ku syukuri setiap detik yang menari tak henti. Aku Bilal, yang kini telah merdeka, tak perlu lagi harus berdiri sedangkan tuannya duduk, karena aku sudah berada di sebuah keakraban yang mempesona. Aku, Bilal budak hitam yang terbebas, mereguk setiap waktu dengan limpahan kasih sayang Al-Musthafa. Tak akan ada yang ku inginkan selain hal ini.

Oh iya, aku ingin mengisahkan sebuah pengalaman yang paling membuatku berharga dan mulia. Inginkah kalian mendengarnya?

Di Yathrib, mesjid, tempat kami, umat Rasulullah beribadah telah berdiri. Bangunan ini dibangun dengan bahan-bahan sederhana. Sepanjang hari, kami semua bekerja keras membangunnya dengan cinta, hingga kami tidak pernah merasakan lelah. Nabi memuji hasil kerja kami, senyumannya selalu mengembang menjumpai kami. Ia begitu bahagia, hingga selalu menepuk setiap pundak kami sebagai tanda bahwa ia begitu berterima kasih. Tentu saja kami melambung.

Kami semua berkumpul, meski mesjid telah selesai dibangun, namun terasa masih ada yang kurang. Ali mengatakan bahwa mesjid membutuhkan penyeru agar semua muslim dapat mengetahui waktu shalat telah menjelang. Dalam beberapa saat kami terdiam dan berpandangan. Kemudian beberapa sahabat membicarakan cara terbaik untuk memanggil orang-orang.

“Kita dapat menarik bendera” seseorang memberikan pilihan.
“Bendera tidak menghasilkan suara, tidak bisa memanggil mereka”
“Bagaimana jika sebuah genta?”
“Bukankah itu kebiasaan orang Nasrani”
“Jika terompet tanduk?”
“Itu yang digunakan orang Yahudi, bukan?”

Semua yang hadir di sana kembali terdiam, tak ada yang merasa puas dengan pilihan-pilihan yang dibicarakan. Ku lihat Nabi termenung, tak pernah ku saksikan beliau begitu muram. Biasanya wajah itu seperti matahari di setiap waktu, bersinar terang. Sampai suatu ketika, adalah Abdullah Bin Zaid dari kaum Anshar, mendekati Nabi dengan malu-malu. Aku bergeser memberikan tempat kepadanya, karena ku tahu ia ingin menyampaikan sesuatu kepada Nabi secara langsung.

“Wahai, utusan Allah” suaranya perlahan terdengar. Mesjid hening, semua mata beralih pada satu titik. Kami memberikan kepadanya kesempatan untuk berbicara.

“Aku bermimpi, dalam mimpi itu ku dengar suara manusia memanggil kami untuk berdoa…” lanjutnya pasti. Dan saat itu, mendung di wajah Rasulullah perlahan memudar berganti wajah manis berseri-seri. “Mimpimu berasal dari Allah, kita seru manusia untuk mendirikan shalat dengan suara manusia juga….”. Begitu nabi bertutur.

Kami semua sepakat, tapi kemudian kami bertanya-tanya, suara manusia seperti apa, lelakikah?, anak-anak?, suara lembut?, keras? atau melengking? Aku juga sibuk memikirkannya. Sampai kurasakan sesuatu diatas bahuku, ada tangan Al-Musthafa di sana. “Suara mu Bilal” ucap Nabi pasti. Nafasku seperti terhenti.

Kau tidak akan pernah tahu, saat itu aku langsung ingin beranjak menghindarinya, apalagi semua wajah-wajah teduh di dalam mesjid memandangku sepenuh cinta. “Subhanallah, saudaraku, betapa bangganya kau mempunyai sesuatu untuk kau persembahkan kepada Islam” ku dengar suara Zaid dari belakang. Aku semakin tertunduk dan merasakan sesuatu bergemuruh di dalam dada. “Suaramu paling bagus duhai hamba Allah, gunakanlah” perintah nabi kembali terdengar. Pujian itu terdengar tulus. Dan dengan memberanikan diri, ku angkat wajah ini menatap Nabi. Allah, ada senyuman rembulannya untukku. Aku mengangguk.

Akhirnya, kami semua keluar dari mesjid. Nabi berjalan paling depan, dan bagai anak kecil aku mengikutinya. “Naiklah ke sana, dan panggillah mereka di ketinggian itu” Nabi mengarahkan telunjuknya ke sebuah atap rumah kepunyaan wanita dari Banu’n Najjar, dekat mesjid. Dengan semangat, ku naiki atap itu, namun sayang kepalaku kosong, aku tidak tahu panggilan seperti apa yang harus ku kumandangkan. Aku terdiam lama.

Di bawah, ku lihat wajah-wajah menengadah. Wajah-wajah yang memberiku semangat, menelusupkan banyak harapan. Mereka memandangku, mengharapkan sesuatu keluar dari bibir ini. Berada diketinggian sering memusingkan kepala, dan ku lihat wajah-wajah itu tak mengharapkan ku jatuh. Lalu ku cari sosok Nabi, ada Abu Bakar dan Umar di sampingnya. “Ya Rasul Allah, apa yang harus ku ucapkan?” Aku memohon petunjuknya. Dan kudengar suaranya yang bening membumbung sampai di telinga “ Pujilah Allah, ikrarkan Utusan-Nya, Serulah manusia untuk shalat”. Aku berpaling dan memikirkannya. Aku memohon kepada Allah untuk membimbing ucapanku.

Kemudian, ku pandangi langit megah tak berpenyangga. Lalu di kedalaman suaraku, aku berseru :

Allah Maha Besar. Allah Maha Besar
Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah
Aku bersaksi bahwa Muhammad Utusan Allah
Marilah Shalat
Marilah Mencapai Kemenangan
Allah Maha Besar. Allah Maha Besar
Tiada Tuhan Selain Allah.

Ku sudahi lantunan. Aku memandang Nabi, dan kau akan melihat saat itu Purnama Madinah itu tengah memandangku bahagia. Ku turuni menara, dan aku disongsong begitu banyak manusia yang berebut memelukku. Dan ketika Nabi berada di hadapan ku, ia berkata “Kau Bilal, telah melengkapi Mesjidku”.

Aku, Bilal, anak seorang budak, berkulit hitam, telah dipercaya menjadi muadzin pertama, oleh Dia, Muhammad, yang telah mengenyahkan begitu banyak penderitaan dari kehidupan yang ku tapaki. Engkau tidak akan pernah tahu, mengajak manusia untuk shalat adalah pekerjaan yang dihargai Nabi begitu tinggi. Aku bersyukur kepada Allah, telah mengaruniaku suara yang indah. Selanjutnya jika tiba waktu shalat, maka suaraku akan memenuhi udara-udara Madinah dan Makkah.

Hingga suatu saat,

Manusia yang paling ku cinta itu dijemput Allah dengan kematian terindahnya. Purnama Madinah tidak akan lagi hadir mengimami kami. Sang penerang telah kembali. Tahukah kau, betapa berat ini ku tanggung sendirian. Aku seperti terperosok ke sebuah sumur yang dalam. Aku menangis pedih, namun aku tahu sampai darah yang keluar dari mata ini, Nabi tak akan pernah kembali. Di pangkuan Aisyah, Nabi memanggil ‘ummatii… ummatiii’ sebelum nafas terakhirnya perlahan hilang. Aku ingat subuh itu, terkakhir nabi memohon maaf kepada para sahabatnya, mengingatkan kami untuk senantiasa mencintai kalam Ilahi. Kekasih Allah itu juga mengharapkan kami untuk senantiasa mendirikan shalat. Jika ku kenang lagi, aku semakin ingin menangis. Aku merindukannya, sungguh, betapa menyakitkan ketika senggang yang kupunya pun aku tak dapat lagi mendatanginya.

Sejak kematian nabi, aku sudah tak mampu lagi berseru, kedukaan yang amat membuat ku lemah. Pada kalimat pertama lantunan adzan, aku masih mampu menahan diri, tetapi ketika sampai pada kalimat Muhammad, aku tak sanggup melafalkannya dengan sempurna. Adzanku hanya berisi isak tangis belaka. Aku tak sanggup melafalkan seluruh namanya, ‘Muhammad’. Jangan kau salahkan aku. Aku sudah berusaha, namun, adzanku bukan lagi seruan. Aku hanya menangis di ketinggian, mengenang manusia pilihan yang menyayangiku pertama kali. Dan akhirnya para sahabat memahami kesedihan ini. Mereka tak lagi memintaku untuk berseru.

Sekarang, ingin sekali ku memanggil kalian… memanggil kalian dengan cinta. Jika kalian ingin mendengarkan panggilanku, dengarkan aku, akan ada manusia-manusia pilihan lainnya yang mengumandangkan adzan. Saat itu, anggaplah aku yang memanggil kalian. Karena, sesungguhnya aku sungguh merindui kalian yang bersegera mendirikan shalat.

Alhamdulillah kisahku telah sampai, ku sampaikan salam untuk kalian.

Wassalamu’alaikum….

Ada yang terharu seperti saya? Semoga bukan hanya terharu, tapi kita juga mempunyai semangat dan izzah keislaman seperti beliau.



Kegagalan

Dalam menemukan sebuah bola lampu yang mungkin sekarang kita anggap sangat sederhana, Thomas Alva Edison mengalami kegagalan lebih dari seribu kali. Akan tetapi, gagal yang dia temui bukanlah gagal yang biasa, karena memang pada dasarnya kegagalan itu tidak ada yang biasa. Kegagalan baginya adalah keberhasilan menemukan cara yang salah. Jadi, saat membuat bola lampu, Thomas Alva Edison, ilmuwan jenius yang membuat banyak sekali penemuan dan hak paten, berhasil menemukan seribu cara yang salah dalam membuat bola lampu.

Sering kita dengar bahwa kegagalan itu adalah keberhasilan yang tertunda. Itu relatif, tergantung bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Jika kita langsung bangkit dari keterpurukan dan berusaha lebih kuat lagi, maka kegagalan adalah mutlak penundaan keberhasilan. Jika kita terus terperosok dalam lubang keterpurukan, maka kegagalan adalah kehancuran yang tertunda. Bayangkan kita menemukan sebuah lubang yang entah seberapa dalamnya. Jika kita hanya masuk ke dalam lubang itu hanya sedalam satu meter, maka kita akan dengan sangat mudah mengeluarkan diri lagi. Akan tetapi, saat kita terus menerus, sedikit demi sedikit masuk ke dalam lubang itu, sampai hanya sedikit cahaya yang menemani masuk, maka jangan harap untuk keluar dari lubang itu dengan mudah.

Menurut Anis Matta dalam bukunya Mencari Pahlawan Indonesia, terkadang kegagalan diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Sekali lagi, ini adalah sebuah hal yang relatif dan subjektif, tergantung bagaimana si subjek menyikapi kegagalannya. Sering kita mendengar di dalam cerita orang-orang sukses, kegagalan menjadikan mereka berbeda dari sosok pribadi sebelumnya. Mereka dapat dengan berani mengubah persepsi akan dirinya, membuat gebrakan dan revolusi yang mengeluarkan mereka dari zona nyamannya, dan melewati titik kritis penyesalan dengan gemilang, dan tak mau kembali ke titik itu lagi. Kegagalan menjadi batu loncatan yang diikuti jalan lurus penuh duri, tapi mampu dilewati dengan kesungguhan dan struggle. Bahkan terkadang kegagalan itu merupakan sebuah titik perubahan terhadap pendapat tentang kompetensi diri.

Hal yang terakhir itulah yang terjadi pada Ibnu Khaldun, sejarawan dan filsuf besar yang pernah dimiliki Islam. Kegagalannya menjadi seorang politisi membawanya mengubah jalan hidupnya. Dia menulis buku fenomenal tentang sejarah bangsa-bangsa dunia. Tapi yang lebih fenomenal dari itu adalah tulisan pengantarnya. Ternyata, tulisan pengantarnya yang memuat kaidah pergerakan sejarah, pembangunan bangsa-bangsa, dan kejatuhan bangsa-bangsa itu adalah hasil pemikirannya selama empat bulan karena gagal jadi politisi.

Kegagalan adalah kerelatifan. Untuk keberhasilan, atau kehancuran yang tertunda. Semoga saat kita gagal, pilihan pertama yang kita raih.

Be Gad Ang! (begadang…)

“begadang jangan begadang…kalo tiada artinya..

begadang boleh saja….asal ada perlunya…”

Bukan! Bukan berarti musik saya beralih ke dangdut. Saya cuma mengutip kata-kata bijak Bang Rhoma Irama di lagunya beliau yang sangat terkenal itu.

Begadang, bukan hal yang asing lagi bagi kita. Ada yang sejak kecil udah dibiasakan begadang, ada yang memang karena tuntutan pekerjaan atau sekolah, ada yang karena memang nokturnal (hha, kayak hewan..), atau ada juga yang karena insomnia, ngga bisa memejamkan mata.

Beberapa hari kemarin saya ngobrol dengan akang mentor saya. Beliau bilang, bahwa diantara jam 00.00-01.00, tubuh kita itu mengeliarkan racun-racun di dalam tubuh. Nah, biar pengeluaran racun-racun itu optimal, kondisi badan kita harus sedang dalam relaksasi, tepatnya tidur. Saya ngga tau tepatnya gimana, tapi dengan kita masih terjaga dan beraktivitas di jam itu, pengeluaran racun itu akan terhambat, lalu racun itu akan tersimpan di dalam tubuh. MENUMPUK RACUN. Hmm, beliau sempet berkata tentang detox, tapi saya lupa itu apa. Hehe..

Lalu, saya pun mulai browsing. Mungkin udah banyak temen-temen yang tau tentang hal ini, tapi, well, saya baru tau. Cukup berbahaya juga ya ternyata begadang tuh..

Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) baru-baru ini memutuskan untuk memasukkan poin mengenai bekerja pada malam hari ke dalam daftar pekerjaan beresiko kanker. Dalam dafar tersebut juga termasuk sinar ultraviolet, karbon hitam, mesin pembuangan uap, zat-zat pewarna berbahaya, dan sebagainya. Dengan demikian karyawan memiliki hak untuk mendapat kompensasi bagi resiko pekerjaan tambahan saat mereka diharuskan lembur pada malam hari.

Ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengadakan sebuah eksperimen. Mereka mengamati 14.000 orang selama 10 tahun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.

Pakar Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun. Diketahui bahwa para wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan lamanya pada malam hari memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.

Richard Stevens, seorang professor dari Connecticut University Health Center merupakan ilmuwan pertama yang mengamati interkoneksi antara bekerja malam hari dan kanker payudara pada tahun 1987.

Ilmuwan menyelidiki alasan merebaknya kanker payudara pada tahun 1930-an, di mana saat itu banyak perusahaan yang mulai menetapkan 24 jam kerja penuh sehari dengan mempekerjakan wanita sebagai buruh siang dan malam. Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.

Pengamatan harian kerja jantung mereka menunjukkan bahwa rata-rata detak jantung dan aktivitas sistem yang berhubungan dengan hormon tidak mengalami perubahan saat bekerja pada malam hari. Dengan kata lain, orang-orang tersebut sadar dan bekerja walaupun kerja jantung dan pembuluh darah berkurang seperti layaknya saat mereka tidur. Hal ini berarti aktivitas ketegangan dan fisik berada di luar batas kekuatan mereka saat malam hari.

Kepala penelitian Rafaello Furlan percaya bahwa tubuh manusia tidak dapat beradaptasi dengan aktivitas malam hari, yang sesudahnya dapat berakibat pada penyakit jantung. Namun, para ilmuwan belum mengetahui pastinya mekanisme penyakit ini akan muncul pada saatnya.

Ilmuwan menyampaikan beberapa teori yang menjelaskan dampak negatif bekerja malam hari ter-hadap kesehatan manusia.

Pertama dan yang terpenting, seorang manusia merupakan mahkluk yang hidup pada siang hari. Bekerja pada malam hari dan tidur saat siang hari mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit.

Organisme manusia memproduksi melatonin, yaitu hormon tidur, pada malam hari. Hormon ini mengatur ritme biologis sama seperti hormon-hor-mon lainnya. Apabila seseorang tidak tidur pada malam hari, sistem akan mengalami penyimpangan. Gaya hidup malam hari membuat sulit diri sendiri. Penduduk di wilayah utara sering menderita polar tension syndrome (sindrom yang sering dialami penduduk kutub utara), yang diakibatkan musim dingin gelap yang panjang, kurangnya vitamin, kondisi iklim yang buruk dan musim panas yang sangat jarang. Kekurangan sinar matahari merupakan cobaan serius bagi seorang manusia. Akan menyebabkan depresi, seringkali tidak diketahui oleh si penderita.

Konsekuensi negatif bekerja malam hari tidak berakhir di sini. Nausea, gangguan lambung, sakit perut, diare dan hilangnya nafsu makan merupakan berbagai keluhan umum yang sering dialami karyawan yang bekerja malam.

Tidur yang baik sangat dianjurkan agar fungsi perut bekerja normal. Kerja malam membingungkan jam kerja biologis tubuh, untuk mensinkronisasikan konsumsi makanan dan pencernaan. Pada akhirnya, kerja malam sering memisahkan orang-orang dari keluarga dan teman-teman mereka, menciptakan situasi tertekan.

Sumber : http://enggar14.wordpress.com/2008/03/09/bekerja-di-malam-hari-lebih-buruk-dari-merokok/

Nah..nah…Saya mulai merasakan asyiknya begadang tuh sejak masuk kuliah. Tugas dan ujian membuat begadang kadang menjadi sebuah keharusan. Tapi, dengan menejemen waktu yang baik, begadang dapat dikurangi kok. Atau mungkin cara yang lebih efektif untuk belajar adalah tidur dulu, lalu bangun sekitar jam 2. Itu yang paling enak kalau menurut saya. Saat itu, udara malam berangsur-angsur menjadi fresh, tidak seperti jam 12 sampai jam 1 yang udaranya berat untuk dihirup.

Seringkali setelah kita begadang, tubuh menjadi sangat lemas, ngantuk (pastinya), dan agak pusing. Ini dia penjelasan singkatnya..

Pada tubuh normal, yakni waktu kerja pagi-sore, siklus metabolisme tubuh akan meningkat di pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Saat seseorang memaksakan untuk terjaga di malam hari, tubuh akan memompa darah sebanyak mungkin dan mendorong sistem imun untuk meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh seperti sel T dan CD4. Bila ‘pemaksaan’ ini dilakukan satu-dua kali, tubuh masih dapat memberikan toleransi tetapi saat menjadi kebiasaan, siklus tubuh yang diatur oleh jam biologis otak (circadian time clock) akan berubah dari default (pagi-sore) menjadi sore-pagi. Ini membuat kekebalan tubuh menurun di pagi hari dimana bibit penyakit dan bahan-bahan karsinogenik bertebaran di udara akibat perubahan suhu dan angin.

Sumber : http://netsains.com/2007/12/begadang-memicu-kanker-prostat-dan-payudara/