Terbang!

ayo lompat!
lompat!
tumbuhkan sayap
lalu TERBANG!

ayo lompat!
tangkap anginmu sendiri!
kepakkan sayap
lalu TERBANG!

saat mata terpejam karena sinar matahari dan pecahkan suara untuk terbang
saat tangan terjulur untuk menyentuh udara dan jauhkan duka untuk terbang
saat itu
saat itu
terbang, terbang, terbang
menembus cakrawala
putuskan akar
ke luar angkasa.

mari terbang!

Mentari

mentari bernyala di sini
di sini, di dalam hatiku
gemuruh apinya di sini
di sini, di urat darahku

meskipun tembok yang tinggi mengurungku
berlapis pagar duri sekitarku
tak satupun yang mampu menghalangimu
bernyala di dalam hatiku

hari ini hari milikku
juga esok masih terbentang
dan mentari kan tetap bernyala
di sini, di urat darahku

Mawar

ini hanya tetes air.
lalu kenapa kita takutkan?
langkah kita terlalu berharga untuk terhalang badai.
di gurun besar.
di lalut luas.
aku dan kamu.
berlari menghancurkan batas.

biar jeritan merobek hati.
biarkan dia sendiri.
kita pergi,
aku hanya mengajakmu, cinta,
untuk tidak pernah berhenti.

di sana.
di sana tujuan kita.
kamu, wanita sehangat cahaya sore, setelah hujan.
maukah kamu menemaniku
sampai tanganku, tanganmu,
menyentuh pagar rumah kita?
dan kupetikkan daun mawar.
hanya daunnya.
karena bunganya telah tersenyum kepadaku.
berlari bersamaku.