Salmon


“……Karena ini bukan aku

Sekarang aku bukan diriku

Terdesak orang, tersenggol, terbawa, terjatuh

Itu bukan aku

Aku sedang berbuat menuju bukit itu dimana aku akan bersiap

Aku berbuat

Aku melangkah

Terbang dengan pesawat yang tersedia di atas bukit itu

Aku pasti bisa kesana lagi…..”

—Amarizni Mosyaftiani

 

Hmm, sama banget dengan apa yang saya rasain akhir-akhir ini. Saya terlalu terbawa arus, terbuai kayak elang yang lagi santai di dalam arus termal di langit lepas. Saya terlalu terseret dengan paradigma ,”Orang lain juga kan kayak gitu, ya udah lah.” Ini kah saya yang dulu suka memberontak saat ada yang nggak beres? Inikah saya yang dulu selalu bertanya kenapa dan bagaimana?

Akhir-akhir ini saya kadang menghibur diri kalau nilai saya jelek. “Yah, dia emang otaknya aja yang terlalu pintar, saya mah biasa aja.” Bukan, pasti bukan karena itu saja orang lain dapat nilai bagus. Mungkin saja dia terbangun saat saya terlelap. Mungkin? Ya, itu mungkin.

Saya terlalu terbawa kerumunan. Harusnya saya kayak ikan salmon yang berjuang menentang arus. Saya harusnya kayak kapal laut yang berlari menerjang badai.

Saya bisa.

“Aku pasti bisa kesana lagi…”

 

–thanks for this inspiration, jingga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s